Bisnis,  Inspirasi

Profil H. Maman Mega Baja

Sukses Adalah Kebahagiaan, Kebahagiaan Itu Indah

Sahabat Niaga, kali ini saya akan menyajikan Profil Seorang yang sukses di bisnis besi dan baja pemilik MEGA BAJA yaitu bapak H. Maman yang berhasil saya wawancarai pada  akhir tahun 2009 di saat saya masih bekerja di Mega Group Indonesia, Semoga bisa meninspirasi kita semua.

Jalan hidup seseorang memang tidak ada yang bisa menduga, terkadang hidup itu seperti alur cerita dalam sandirwara. Demikian halnya perjalanan hidup H. Maman, pengusaha muda yang sukses di bidang besi dan baja. H.Maman lahir dari keluarga petani yang sederhana di salah satu desa di kabupaten Ciamis, tepatnya Desa Sukamulya kecamatan Baregbeg  Juni 1967.

Kini H.Maman selain memiliki 10 toko besi, 10 toko Gordyn, dan satu toko Stainless Steel, juga telah berhasil membentangkan sayap bisnisnya sebagai supplier besi dan baja ke berbagai Provinsi yaitu Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Lampung dengan memiliki 50 rekanan toko besi yang menggunakan nama MEGA BAJA.

H.Maman menuturkan perjalanan hidup yang pernah dilaluinya di masa lalu. Dari semenjak SD kelas 3 sampai kelas 6 sudah mulai jualan es, dan setelahnya pulang sekolah ia langsung mengurus kambing. ia pun sadar apa yang dilakukannya saat itu bukan karena kekurangan ekonomi keluarga, tapi sudah tertanamnya ketertarikan dalam dirinya untuk usaha. ”Saat itu saya tahu tentang kemiskinan, tetapi saya sama sekali tidak merasa jadi orang miskin, karena sejak saat itu saya sudah merasa oftimis di kemudian hari  bakal berhasil” paparnya saat saya wawancarai  selesai acara Khitanan massal di kawasan Wisata Alam Icakan desa Sukamulya Kabupaten Ciamis.

“Semua yang saya dapatkan saat ini tidak mudah begitu saja didapat, karena selain berkah dan Rahmat dari Allah yang utama adalah hasil jerih payah dan perjuangan disertai doa orang tua dan keluarga. Saya tidak pernah menerima nasib, karena saya memiliki kemauan keras. Saya selalu ingin maju merubah hidup saya.”

Dalam pemikirannya diakui pria yang beranak empat itu, setiap menekuni pekerjaan tidak bisa lama-lama dalam pekerjaan itu. Ia selalu ingin secepatnya meninggalkan pekerjaan yang tengah dikerjakan, dengan alasan harus mencari pekerjaan yang baru yang lebih baik secara ekonomi. Maka tak heran berbagai usaha pernah digelutinya sampai pada usaha sektor pariwisata alam yang kini tengah dirintisnya dengan nilai investasi milyaran rupiah.

“Dalam benak saya tidak terlintas kemewahan, tapi yang ada dalam pikiran saya adalah keberhasilan usaha dan pengembangannya” tambah H. Maman.

Lebih lanjut dikisahkan pria yang selalu berpenampilan sederhana dan jauh dari kesan gelamor seperti layaknya pengusaha pada umumnya, Untuk masuk SMP saat itu, kambing yang dipeliharanya sejak SD semuanya dijual. Bahkan pada pertengahan kelas 2 SMP, setiap hari minggu ia kuli memanjat pohon kelapa milik tetangga-tetangganya yang hasilnya ditabung. Tak lama kemudian, ia sudah menjadi bandar kelapa dengan menjual kelapanya ke pabrik dodol di Padasuka dan Nina di Garut Jawa Barat serta pasar-pasar Subang Jawa Barat. Karena saking sibuknya mengurus usaha kelapa, setiap hari sabtu tidak pernah masuk sekolah.

Setamat SMP ia tidak melanjutkan sekolah, namun terus menekuni sebagai bandar kelapa hingga tahun 1983, sampai pada akhirnya ia pernah mengalami kerugian bahkan memiliki utang senilai Rp.3 juta. Lalu ia kabur meninggalkan kampung halamannya ke Karawang Jawa Barat. ” Saat itu saya bertekad tidak akan pulang kampung sebelum saya bisa melunasi utang. Alhamdulillah, selama satu tahun saya berjualan kerupuk di Karawang  saya bisa melunasi utang tersebut”

Hasil dari penjualan kerupuk selama dua tahun di Karawang, H. Maman pindah ke Kawali di sana ia memanfaatkan tempat kost-annya untuk berjualan kelontongan yang dikelola oleh adiknya, sementara H.Maman sendiri bekerja sebagi kernet angkutan umum jenis Elf PO. DARMA TITIPAN  jurusan Kawali-Bandung selama 4 tahun.

Setelahnya mempersunting gadis pilihannya Wiwin Winarni asal Kawali di tahun 1990. Setelah menikah H.Maman didampingI istrinya langsung hijrah ke Jakarta. ”Di Jakarta saya bekerja di bengkel Las Pagar milih bapak H.Gofur tetangga saya  di Ciamis, sementara istri berjualan kelontongan. Tahun 1993 dengan bermodalkan sekitar Rp.10juta, saya mencoba membuka bengkel las sendiri, dengan nama Fitrah Jaya Steel.” ungkapnya.

Awal dikibarkannya bendera MEGA BAJA tahun 2002, dimana saat itu H. Maman membuka tok0 besi yang diberi nama MEGA BAJA dengan bermodalkan Rp. 200 juta. Sementara di tahun 2003 usaha bengkel lasa Stainles dan besi yang dirintisnya bertahun-tahun dihentikan. Ia lebih berkonsentrasi di MEG BAJA, dan selanjutnya di tahun 2004 mulai membuka toko Gorden dengan nama MEGA INTERIOR. Mulai tahun 2006 Mega Baja sudah menjadi supplier besi ke toko-toko yang berada di berbagai provinsi. Sementara untuk mengembangkan dan meningkatkan perekonomian di desa kelahirannya, di tahun 2007, H. Maman membuka usaha kepariwisataan dengan membangun Taman Wisata Alam Icakan seluas 12,8Ha, untuk tahap I dan tahap ke II 37 Ha. (Untuk informasi, kini Taman Wisata Alam Icakan telah dialihfungsikan sebagai pondok pesantren sejak tahun 2018).

Menyinggung dibangunnya Taman Wisata Alam Icakan di desa kelahirannya, ia percaya pada hati nuraninya, di mana seorang yang lahir di kampung asalnya, tentu memilki niat luhur untuk membangun daerahnya “Saya tidak bisa membiarkan kampung halaman saya terabaikan, baik secara fisik maupun ekonomi. Saya banyak melihat desa yang tidak pernah ada peningkatan, itu bukan kesalahan pemerintah, melainkan kesalahan daerahnya yang punya warga atau masyarakat yang merantau dan berhasil namun melupakan daerah asalnya. Saya menyarankan sebaiknya putra daerah jangan melupakan kampung halaman. Untuk di desa Sukamulya sudah memiliki organisasi REPLIKA (Remaja Peduli Kampung Halaman) yang bergerak di bidang sosial” tandasnya.

Dijelaskan H.Maman tentang prinsif hidupnya, kita harus memiliki tanggung jawab yang tinggi untuk orang lain di atas kepentingan pribadi. Kita pun harus tahu akan proses kesuksesan, agar bila kita sudah merasa akan bangkrut, kita mesti berhenti, karena kalau tidak tahu akan terus-terusan bangkrut.

“Adanya persaingan usaha itu bukan merupakan hambatan, tapi sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Saya sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar di bidang usaha. Apa yang saya punya siap  membantu sesuai dengan ilmu yang saya miliki.

Dalam mengakhiri perbincangan dengan saya, H. Maman memberikan beberapa Tips Usaha menuju Sukses:

  • Seorang pengusaha harus memiliki jiwa legowo, menerima keritikan dan saran untuk belajar.
  • Motivasi yang membangun kita lebih kuat adalah persaingan kita yang lebih kuat dari kita satu tahap,
  • Perbanyak silaturahmi dan study banding,
  • Perbanyak mengikuti seminar,
  • Belajar dari pengalaman atau kegagalan yang pernah dialami dan harus mengakui kelemahan dan kekurangan.
  • Janganlah memiliki pikiran kotor, karena sama saja dengan mengotori diri sendiri,
  • Jangan memiliki rasa dengki, karena sama saja dengan mendengki diri kita sendiri,
  • Jangan membuat iri karena itu akan menghambat rezeki sendiri.
  • Seorang pengusaha juga jangan mau ditarik atau menarik, tapi harus jalan bareng.
  • Terakhir, menurut pengusaha yang memiliki jiwa sosial itu :

“Sukses adalah kebahagiaan, kebahagiaan itu Indah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *