Bisnis,  Keuangan

Cara Sederhana Mengatur Keuangan Bisnis

Sahabat Niaga,

Jika  manajemen keuangan tidak dikelola dengan baik bisa menjadi penyebab kegagalan bisnis kita. Sebagai pemula di bisnis online ataupun bisnis yang lain, kita harus bisa membuat laporan keuangan sederhana yang dibuat secara rutin. Hal ini perlu dilakukan agar arus keuangan tercatat dengan rapi dan pendapatan tiap bulannya terkontrol dengan baik.

Langkah mudah yang bisa ditempuh dalam perencanaan keuangan ialah dengan membuka rekening bank khusus untuk bisnis. Pilih bank yang memberikan kenyamanan dan paling umum di gunakan untuk transaksi jualan online. Ingat dua aturan sederhana ini yang perlu diterapkan dalam pengelolaan rekening untuk bisnis :

Hindari Penggunaan Rekening Bisnis Untuk Keperluan Pribadi
Hindari Penggunaan Rekening Pribadi Untuk Pengeluaran Bisnis

Kebanyakan masih melakukan hal ini sehingga ketika bisnis sedang goyah, keuangan pribadi juga terkena imbasnya. Saat uang dari kegiatan bisnis masuk, taruhlah di rekening bisnis.
Tentu saja kita ingin membayar diri sendiri dari kegiatan bisnis yang sudah kita lakukan. Jangan habiskan uang langsung dari rekening bisnis yang kita punya. Sebaiknya lakukan transfer sejumlah yang diinginkan ke rekening pribadi kita. Jika kita komitmen menjalankan prinsip sederhana ini, semuanya akan jauh lebih mudah.

Selain prinsip di atas ada beberapa hal penting lainnya yang perlu di catat, di antaranya :

1. Pendapatan harian

Ini perlu dilakukan untuk mencatat semua pemasukan yang kita terima setiap harinya. Catat semua dengan detail, terutama penjualan produk, catat juga jenis dan nama produk, harga satuan, dan jumlah produk yang terjual sesuai dengan data-data yang telah disiapkan.

2. Biaya tetap dan biaya variable

Biaya tetap yaitu biaya-biaya yang sudah pasti dan selalu akan dikeluarkan oleh pemilik toko online perbulannya. Misalnya biaya sewa hosting dan domain, gaji pegawai, biaya listrik, biaya internet dan lainnya. Dengan mencatat biaya tetap memudahkan pemilik toko online untuk memperkirakan pengeluaran perbulannya.
Sedangkan yang termasuk biaya variable yaitu biaya-biaya yang harus dibayarkan untuk mendapatkan produk yang akan kita pasarkan. Semisal kita menjadi reseller atau agen maka yang dikatakan biaya variable adalah biaya yang kita bayarkan untuk mengambil stok barang. Namun jika kita memproduksi sendiri, maka biaya variabelnya adalah semua biaya yang dikeluakan untuk melakukan proses produksi.

3. Kalkulasi bulanan

Juga perlu dilakukan pelaku toko online yaitu mencatat besaran laba/ rugi bisnis yang dilalui perbulan. Besarnya laba / rugi dapat dicek melalui pengurangan seluruh pemasukan yang diterima dengan jumlah biaya tetap dan biaya variable yang dikeluarkan. Dari situ kita tahu seberapa besar prospek dan perkembangan toko online kita.
Semoga yang disampaikan dapat membantu perkembangan bisnis kita. Salam Sukses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *